MBG di Garut Beralih ke Makanan Kering, Sekda Tegaskan Pemda Tak Punya Kewenangan

MBG di Garut Beralih ke Makanan Kering, Sekda Tegaskan Pemda Tak Punya Kewenangan
MBG di Garut Beralih ke Makanan Kering, Sekda Tegaskan Pemda Tak Punya Kewenangan.(Rizki/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut kini mengalami perubahan pola penyajian. Jika sebelumnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyajikan makanan basah lengkap berupa nasi, lauk pauk, dan buah-buahan, kini menu tersebut dialihkan menjadi makanan kering.

Perubahan ini dilakukan menyusul adanya kasus keracunan yang sempat terjadi di Kecamatan Kadungora, sehingga seluruh wilayah di Garut menerapkan kebijakan serupa demi alasan keamanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan bahwa secara prinsip Pemkab tidak memiliki kewenangan apapun atas program MBG.

Baca Juga:Sebanyak 139 Personel Polres Garut Naik Pangkat, Kapolres Ingatkan Tanggung Jawab dan DedikasiAksi Pencurian Motor di Kampung Mojang Samarang Berhasil Diamankan Polisi

“Ya sebetulnya gini secara prinsip, ya secara prinsip nih, sebenarnya kita juga tidak punya kewenangan untuk melakukan bentuk pressure apapun ke MBG,” ujarnya.

Namun, pihaknya meminta ke MBG agar sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat jika memang harus beralih menjadi keringan.

“Hanya memang kita meminta ke MBG agar mereka sesuai dengan ketentuannya ada seperti itu. Misalkan, kalau emang konteks sebelumnya, saya juga gak tau nih apakah ini berdasarkan ketetapan yuridis dari atas harus dengan keringan. Hanya itu yang barangkali nanti saya cek dulu dengan teman-teman Korwil wilayah MBG,” katanya.

MBG di Garut Selama Libur Sekolah Tetap Berjalan

Ia menyebutkan, selama libur sekolah MBG tetap berjalan untuk anak-anak, namun harus dipastikan apakah kebijakan ini memang legal atau tidak.

“Yang memang selama libur itu kan mereka tidak hadir, mereka tidak datang. Apakah kebijakan itu legal atau tidak, ini yang baru saya tanyakan,” sebutnya.

Maka dari itu, pihaknya akan memastikan kepada Koordinator Wilayah MBG agar ketentuan ini sesuai dari arahan pemerintah pusat.

“Cuma nanti saya cek dulu ya, karena saya belum dapat laporan dari korwil MBG terkait dengan penetapan apakah selama mereka libur bisa dilakukan dengan hal tadi atau tidak,” tegasnya.

Baca Juga:Bakul Ikan di Santolo Jadi Sepi Pembeli Akibat Insiden Pengeroyokan, HNSI Sarankan Ini ke PemkabUpah yang Diberikan Lapas Garut ke Narapidana Ada yang Melebihi UMK Garut

Kendati demikian, ini menjadi konsekuensi dan implementasi dilapangan, bahwa selama libur SPPG tetap memberi support makanan dalam bentuk keringan.

“Ya itulah konsekuensinya kan implementasinya di lapangan kita lihat tadi itu. Jadi sekarang memang banyak SPPG yang memberikan support makannya dalam bentuk keringan,” pungkasnya. (Rizka)

0 Komentar