Banyak Manfaat yang Didapatkan Napi Lapas Garut Ketika Produktif Bekerja

Kalapas Garut, Rusdedy ketika menyampaikan laporan kinerja selama tahu 2025 di Kafe Integrasi Lapas Garut
Kalapas Garut, Rusdedy ketika menyampaikan laporan kinerja selama tahu 2025 di Kafe Integrasi Lapas Garut
0 Komentar

GARUT – Lapas Kelas IIA Kabupaten Garut berhasil dalam membina narapidana (napi/warga binaan) menjadi produktif bekerja. Beberapa kegiatan UMKM dan Ketahanan pangan telah berjalan di Lapas Garut dan berhasil memberikan premi (upah) yang cukup besar bagi warga binaan.

Pada tahun 2025, dari satu kegiatan seperti produksi Coir shade (atap peneduh sabut kelapa), Lapas Garut berhasil ekspor sebanyak 10 kali ke pasar Eropa. Dari satu kegiatan ini Lapas Garut mengikutsertakan sebanyak 200 warga binaan.

Premi (upah) yang berhasil dibayarkan kepada warga binaan sepanjang 2025 kurang lebih Rp 202 juta. Belum lagi ditambah premi yang berhasil dibayarkan dari sektor ketahanan pangan, kurang lebih sebesar Rp40 jutaan sepanjang tahun 2025. Sehingga total premi yang telah dibayarkan Lapas Garut berkisar Rp242 juta.

Baca Juga:Petugas Perlintasan yang Ketahuan Minum Miras Dinonaktifkan KAIMBG di Garut Beralih ke Makanan Kering, Sekda Tegaskan Pemda Tak Punya Kewenangan

Kepala Lapas (Kalapas) Garut, Rusdedy menerangkan, banyak manfaat yang didapatkan warga binaan dari pekerjaan yang selama ini telah dijalani di Lapas Garut. Diantaranya yang paling penting dari semua kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa percaya diri para warga binaan.

“Yang pertama warga binaan itu lebih percaya diri. Yang sulit kita tumbuhkan itu kan percaya dirinya gitu ya. Dengan dia belajar kemudian bekerja, dia bisa menghasilkan suatu produk yang diterima di tengah masyarakat, pasti ada kebanggaan dan pasti ada kepercayaan diri. Oh, saya bisa ternyata kan. Nah itu harapannya itu kita tumbuhkan sistem pertama,” ujar Rusdedy, ketika melaksanakan acara refleksi dan penyampaian kinerja selama tahun 2025 belum lama ini di Kafe Integrasi Lapas Garut.

Manfaat kedua lanjut Rusdedy, dengan kegiatan pekerjaan ini, warga binaan tidak akan merasakan lama tinggal di Lapas. Waktu itu tidak akan terasa dengan berbagai kesibukan yang dijalani.

“Di samping dia bisa bekerja mengisi waktu gitu ya, jadi enggak bengong aja di dalam. Ya kalau bengong kan terus aja itu, tapi dengan ada kegiatan, tentu warga binaan bisa mengisi hari-harinya dengan lebih produktif, lebih bermanfaat. Sehingga tahu-tahu panggilan bebas gitu kan, oh ternyata saya sudah bebas. Jadi seperti itu,” ujarnya.

0 Komentar