SPBN Caringin Jadi Harapan Baru Nelayan Garut Kurangi Biaya dan Waktu Belanja BBM

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, Beni Yoga
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, Beni Yoga
0 Komentar

GARUT – Menjawab kebutuhan nelayan Kabupaten Garut untuk mempermudah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemkab Garut melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut sekarang ini tengah mendorong proses pembangunan Stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Kecamatan Caringin.

Nelayan di Kabupaten Garut selama ini cukup kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar seperti solar untuk kapal perahu mereka. Karena hanya ada satu SPBU yang tersedia di selatan Garut, yaitu di Kecamatan Pameungpeuk.

Sementara pantai Garut yang terbentang kurang lebih 80 kilometer, para nelayan cukup menyita waktu dan biaya hanya untuk belanja kebutuhan bahan bakar.

Baca Juga:Bupati Sebut 42 Persen Jalan di Garut Rusak Berat, 1.200 Sekolah pun Terdampak BencanaBaru 3 Bulan Dibangun TPT Sungai Cikuray Sudah Ambruk, Ada Apa dengan Pengerjaannya?

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, Beni Yoga menjelaskan, saat ini ada satu SPBN yang proses pembangunannya tengah diproses, yaitu di Kecamatan Caringin.

Sebetulnya ada dua SPBN yang diajukan untuk dibangun di Selatan Garut, namun karena terkendala kelengkapan administratif, dan pembiayaan, maka satu SPBN ini yang tampaknya akan lolos.

“Nah yang satu ini mudah-mudahan segera terealisasi karena untuk saat ini melalui koperasi yang Caringin sudah kita usulkan melalui bantuan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) nah mudah mudahan bisa kita segera realisasi. Kebetulan ini melalui koperasi ada bantuan pembiayaan dari LPMUKP dari Kementerian Kelautan. nah ini yang sedang kita proses percepat untuk SPBN karena modal sudah disiapkan koperasi melalui pinjaman lunak seperti KUR,” ujar Beni Yoga.

Beni berharap tahun ini SPBN di Caringin bisa mulai beroperasi segera, karena kelengkapan administrasi seperti tanah sudah selesai diproses.

“Mudah-mudahan tahun ini karena kemarin sudah selesai proses tanah notaris dan lain sebagainya,” katanya.

Di samping itu kata Beni, pihaknya juga tengah mengebut untuk segera menyelesaikan target agar para nelayan juga mempunyai kartu PAS, yaitu semacam kartu identitas yang nantinya menjadi syarat ketika melayan ingin membeli BBM di SPBN tersebut.

Karena BBM yang dijual di SPBN ini adalah BBM jenis subsidi yang khusus diperuntukkan bagi nelayan, tidak untuk masyarakat umum.

0 Komentar