Radar Garut – Bagi banyak penderita diabetes, buah kerap dipandang sebagai “musuh tersembunyi”. Alasannya? Rasa manis pada buah dianggap identik dengan gula, dan tentu saja, gula adalah hal yang ingin dihindari oleh para diabetesi.
Kunci Jawaban: Bukan Buahnya, Tapi Cara dan Porsinya
Faktanya, buah adalah sumber karbohidrat alami yang juga mengandung serat, antioksidan, vitamin, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Tidak semua buah diciptakan sama , ada yang tinggi gula alami, ada yang rendah. Ada yang cepat menaikkan glukosa, ada juga yang membantu mengendalikannya.
Yang jadi persoalan utama sebenarnya bukan “buah boleh atau tidak”, melainkan buah apa, sebanyak apa, dan bagaimana cara mengonsumsinya.
Baca Juga:Hati-Hati! Makanan Pemicu Penyempitan Pembuluh Darah yang Sering Tak DisadariBerapa Jam Tidur Ideal untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Fakta Ilmiah: Buah Bukan Pantangan untuk Diabetesi
Beberapa penelitian terbaru membuktikan bahwa:
– Serat dalam buah membantu memperlambat penyerapan glukosa, sehingga gula darah lebih stabil.- Buah dengan indeks glikemik rendah (seperti apel, pir, stroberi) aman dikonsumsi, bahkan bisa menurunkan risiko komplikasi diabetes.- Menghindari buah secara total justru bisa menyebabkan defisiensi nutrisi penting, termasuk vitamin C dan antioksidan.
Mitos yang Perlu Diluruskan
Mitos: Semua buah itu tinggi gula, jadi harus dihindari.Fakta: Banyak buah yang justru rendah gula dan tinggi serat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan glukosa secara drastis.Mitos: Lebih baik makan buah dalam bentuk jus.Fakta: Jus menghilangkan sebagian besar serat dan sering kali ditambah gula — jauh lebih cepat menaikkan gula darah dibanding buah utuh.Mitos: Buah lokal lebih aman.Fakta: Tidak selalu. Misalnya, durian dan nangka tergolong tinggi glukosa meski berasal dari Indonesia. Sebaliknya, kiwi atau berry dari luar justru rendah gula dan kaya antioksidan.
Buah yang Dianjurkan untuk Penderita Diabetes
Berikut buah-buahan yang cenderung aman, tentu dengan porsi yang tepat:
– Apel (tinggi serat, indeks glikemik rendah)- Pir (membantu kontrol insulin)- Stroberi & Blueberry (antioksidan tinggi, gula rendah)- Jeruk (vitamin C alami, asalkan bukan jus kemasan)- Alpukat (sangat rendah gula, kaya lemak sehat)- Kiwi (rendah kalori, memperlancar pencernaan)- Jambu biji (serat tinggi, cocok untuk camilan sehat)