RADAR GARUT – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan pentingnya metode belajar manual dan meninggalkan ketergantungan terhadap sistem digital dalam pendidikan.
Menurutnya, dalam masa pertumbuhan anak-anak, terutama pada jenjang SD, SMP, dan SMA, penerapan metode manual sangatlah penting untuk meningkatkan daya ingat dan membentuk karakter siswa.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembelajaran manual bukanlah sebuah bentuk ketertinggalan, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang lebih efektif.
Baca Juga:COD Semakin Meningkat Menjelang Lebaran, Kurir Paket Kewalahan: Udah Dulu Checkout-nya Kami Juga Mau LebaranSekda Garut: Kendaraan Dinas Jangan Dipakai Mudik ke Luar Garut, di Sekitar Garut Boleh Saja
“Nah kalau seperti itu apakah menggunakan kapur ketertinggalan? tidak,” ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari kanal youtube @LEMBUR PAKUAN CHANNEL.
Sebagai contoh, ia mengisahkan seorang profesor asal Jakarta yang mengajar di Inggris dan masih menggunakan metode menulis dengan kapur di papan tulis hingga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan di negara maju seperti Inggris, metode belajar manual tetap dipertahankan karena manfaatnya yang signifikan.
Menurut Dedi Mulyadi, ada tiga variabel utama mengapa pembelajaran dengan kapur di papan tulis masih relevan. Pertama, guru akan lebih mudah mengingat apa yang ia tulis. Kedua, murid akan lebih mudah mengingat apa yang mereka baca. Ketiga, proses ini mendorong siswa untuk menghafal dengan lebih kuat sebelum tulisan dihapus. Misalnya pada era tahun 1960-an, murid menyalin pelajaran dari papan tulis, lalu tulisan tersebut dihapus. Karena takut dihapus maka proses ini mendorong siswa untuk menghafal dengan lebih kuat sebelum tulisan dihapus.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa jika sistem pendidikan di Jawa Barat kembali menerapkan pembelajaran manual, para guru menulis pelajaran di papan tulis menggunakan kapur, hal ini tidak boleh dianggap sebagai sebuah kemunduran. Justru, ini merupakan bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda Jawa Barat agar lebih disiplin dan memiliki daya ingat yang kuat.
“Kalau nanti SD, SMP, SMA kemudian menulis lagi di papan tulis dengan kapur tulis, jangan dibully dengan sebuah ketertinggalan. Justru itu adalah pembentukan karakter manusia jawa barat masa depan,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Dedi Mulyadi berharap pendidikan di Jawa Barat dapat menghasilkan generasi yang lebih cerdas, disiplin, dan memiliki daya ingat yang kuat melalui metode pembelajaran yang telah terbukti efektif sejak lama.