COD Semakin Meningkat Menjelang Lebaran, Kurir Paket Kewalahan: Udah Dulu Checkout-nya Kami Juga Mau Lebaran

paket barang di salah satu perusahaan ekspedisi
paket barang di salah satu perusahaan ekspedisi
0 Komentar

GARUT – Menjelang Lebaran, volume pengiriman paket di Garut mengalami lonjakan signifikan. Dalam sehari, jumlah paket yang dikirim bisa mencapai 300-400 paket per kurir, meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar 150 paket. Lonjakan ini membuat para kurir harus bekerja ekstra keras untuk memastikan paket sampai ke tangan penerima sebelum Lebaran.

Menurut Alwan, salah satu kurir ekspedisi pengiriman paket, saat ini sudah ada sekitar 10.000 paket yang masuk ke Garut melalui perusahaannya.

“Sekarang sehari bisa sampai 200-400 paket per kurir, biasanya paling banyak 150 paket. Sekarang bisa sampai dua kali jalan, pagi dan sore,” ujarnya, Minggu (23/3).

Baca Juga:Sekda Garut: Kendaraan Dinas Jangan Dipakai Mudik ke Luar Garut, di Sekitar Garut Boleh SajaMenjelang Lebaran, Rumah Suangsih Warga Wanasari Roboh, Yudha Dewan Garut Berkunjung ke Lokasi

Ia juga mengungkapkan bahwa banyaknya paket yang belum terkirim bukan hanya karena jumlahnya yang meningkat, tetapi juga karena kendala di lapangan.

“Kami selalu usahakan paket sampai ke alamatnya, tapi kalau penerimanya nggak ada, ya terpaksa dikirim besoknya. Kalau masih nggak ada juga, ya besoknya lagi. Pokoknya diusahakan sebelum Lebaran paket harus terkirim, kalau pun masih menumpuk ya akan tertahan selama Lebaran aja,” tambahnya.

Fenomena lonjakan paket ini bukan hal baru, terutama di momen-momen tertentu seperti tanggal kembar (double date sale) dan jelang Lebaran. “Di musim Lebaran gini, sekali jalan bisa 150-200 paket, pagi kirim, sore juga kirim, jadi total bisa sampai 300-400 paket sehari,” jelas Alwan.

Untuk mengatasi lonjakan ini, pihak ekspedisi pun menambah jumlah pegawai. “Sekarang ada lebih dari 72 orang pegawai, dan masih ada tambahan pegawai part-time di setiap area, sekitar 3 orang per area, biar pengiriman lebih lancar,” ungkapnya.

Namun, di tengah bulan Ramadan ini, para kurir menghadapi tantangan tersendiri, terutama saat penerima tidak ada di rumah.

“Kami yang antar paket juga cape, apalagi di tengah panas dan sambil puasa. Kadang orangnya nggak ada, padahal paketnya COD, ya otomatis paket numpuk lagi. Ada juga yang nitip ke tetangga, tapi kalau nggak ada yang mau nerima, ya harus kami bawa kembali,” keluhnya.

0 Komentar